Minggu, 17 November 2013

Being Madam A Day for #KLCKumpulKampiun

Sabtu alias malam minggu kemaren adalah hari yang nggak akan aku lupakan. Untuk pertama kalinya, aku dan tim Vemale, berkesempatan untuk seharian mengisi acara di booth Kapanlagi.com dalam sebuah acara yang bernama Kumpul Kampiun. Acara ini diselenggarakan oleh Aptikom 7 Wilayah Malang plus Klik Indonesia. Acara ini sebenernya sudah ada dari waktu lama, nah kali ini diadakan seminggu di MATOS Malang.

Tentu super excited dong ya, apalagi kali ini saya being Madam a day. Nervous? Sudah pasti, tapi show mus go on. Sedari beberapa hari sebelumnya menyiapkan mood dan segala yang diperlukan untuk keperluan Vemale, hari Sabtu pun tiba. Jreng... Am I ready? Malam-malam sebelumnya sempet curhat ke salah satu temen yang juga pernah being a Madam, she helped me a lot. Always! She is my besties!!!

Akhirnya, modal nekat hebat, aku berhasil being Madam a day. Here is the preview ...

 

This is my first time reading Tarot for public

Senengnya, hari itu kami dapat antusias yang super duper luar biasa dari semua pengunjung MATOS. Berketerbalikan dengan ekspektasi dan juga bayangan kami sebelumnya. Mulai dari ramalan tarot by me, make over natural by Bee alias Mba Atha, Nail Art by Mba Chey dan juga Hijab Fun Tutorial by Mba Gilang, semua berjalan lancar. Ada juga face painting buat mukanya yang mau dicorat-coret sama Mba Vindy. Nggak lupa, ini semua bisa berjalan lancar karena bantuan dari mimin dadakan Mba Wenny, dan si 'SPG-SPG' cantik cetar membahana Mba Riri, Mba Dion dan juga Mba Irma.

 See the crowd? They're as excited as we are!





Designed by Septania Enggar (desainer Vemale.com)
So happy, sampe sekarang juga masih super excited sama acara tadi malem. Saking tegangnya, sampe bingung mau nulis apa. Check the event on here

Terima kasih Kota Malang, semoga Vemale bisa dapet kesempatan buat dateng ke kota-kota lainnya dengan acara-acara yang menarik lainnya. Kiss-kiss untuk semua yang sudah minta diramal kemaren, yang belum, PM juga boleh :p #Modus



xoxo



Senin, 07 Oktober 2013

Seketika Teringat, Senin Malam

Hidup itu rumit ya? Penuh kejutan. Datang, pergi. Singgah, menetap. Ah namanya juga hidup.

Sudah setua ini, ok, saya baru akan 22 dua bulan lagi, saya jadi banyak berpikir, merenung dan menyadari, sudah banyak hal terlewati. Entah itu berakhir dengan sebuah pengalaman atau kekecewaan yang diikuti pelajaran. Jadi terpikir, hidup itu proses belajar. Tempatnya membuat kesalahan tapi akhirnya diperbaiki juga. Iya nggak sih?

Saya selalu percaya, semua terjadi karena sebuah alasan (or more) yang penting kitanya aja menyikapinya. Saya pernah galau karena ditinggal sahabat pacaran. Kedengaran childish memang tapi I'm only human, woman for sure. Jadi forever alone oh my! Tapi ya itu, everything happened for reason. Saya jadi bisa sedikit menilai :)

But I'm happy with what Allah give me now. Semua pembelajaran ini bikin saya tahu bahwa proses tidak selalu mudah, bahwa tujuan akhir tidak selalu dekat. Walaupun I put my dream 5 cm above my eyes, for real it takes million times more to reach.

Hidup itu indah. Saya saja yang makes it seems complicated. Mimpi itu mudah, saya saja yang tidak melihat celahnya.

Ini tulisan terRandom rupanya. Senin malam dan tanpa pikiran rupanya kombinasi yang cukup epic.

Hi, life, my name is Dyan. Please take me with your long adventure :)

Selasa, 01 Oktober 2013

My One Guilty Pleasure

Yey! Super happy karena akhirnya I have my IG. Please go follow me on @dyandayas ♥
Eniwei, belakangan jadi sering banget ngeluh masalah kerjaan di twitter. Sorry followers, don't take my words seriously.hehe...
Forget about work for a while, tiba-tiba kepikiran apa ya guilty pleasure di hidupku yang fana ini? Terus, jadi liat deretan kutek yang ada dimeja. Gosh! Jadi sadar, selain makan ( of course, I love to eat ) kutekan adalah guilty pleasure. Im no make-up-lady but I'd spend my leasure time to polish my nail♥
What about you? What describes your guilty pleasure?

Kamis, 26 September 2013

#Thursday Selamat pagi, Kamis


Meluangkan sedikit lebih banyak waktu untuk belajar lebih baik daripada hanya mengiya-iyakan saja demi kesenangan orang lain ~
Me


Iya gak sih? Pernah gak sih mengalami hal serupa? Masih bingung maksudnya gimana? Jadi begini, ini sebenernya adalah kisah pribadi aja yang baru (sudah lama) aku alami. Selama kerja, banyak hal yang didapat dan  alhamdulillah, selalu ada pelajaran yang bisa dipetik kan? 

Selain modus sana-sini di kantor (ups..) aku juga belajar banyak hal tentang kerja dengan tim. Selama ini, seringnya apa-apa dikerjain sendiri (dan hasilnya biasa aja. *lol*) Katanya, dunia kerja memang dunia sebenarnya. Bakal banyak intrik dan hal yang terjadi (yang nggak pernah terjadi di sekolah atau di kampus) Eh jadi inget, skripsi belum disentuh 6 bulan lebih (maafkan saya, bu dospem)

Dari banyak hal yang terjadi di kantor, ada satu hal yang aku pelajari. Ya itu tadi, kadang kita nggak mau meluangkan sedikit lebih banyak waktu untuk belajar (sendiri atau tim) dan memahami apa pekerjaan kita, tapi hanya mengiya-iyakan semua yang orang lain katakan hanya demi 'kepuasan' sesaat. Kalau boleh dibilang, ini bukan demi kepuasan itu, tapi it was like ' when I say okay, means you have to go as soon as possible' atau 'I do say ok, why didn't you go away?'



 Sepertinya pagi ini saya punya beberapa hal untuk dishare (setelah lama sekali nggak update blog). Selamat pagi, kamis. Be nice*kiss*

Sekian dan terima jodoh kasih




Sabtu, 24 Agustus 2013

[WishList] Gigstoreonline, Aduh, Saya Lapar Mata

*masuk blog sambil bawa kemoceng* *bersih-bersih blog*


Minal Aidin wal Faidzin yaa.. Maafkan kalau ada kata-kata di blog saya yang super random ini memang agak random dan kacau. Terlebih, kadang saya ngeblog juga dalam keadaan PMS jadi kalimatnya ya begitulah :)) Maafkan yaaa ~

Siang ini di kantor, di percakapan saya dan teman-teman lewat YM, muncullah sebuah onlineshop. Teteup ya, wanita lekat dengan belanja. Dan saya yang sedang PMS juga lagi tinggi-tingginya. Nafsu makan, nafsu belanja dan nafsu punya pacar *curhat* jadi makin tinggi. Hahaha...

Adalah Gigstoreonline ini muncul dan terklik di tab browsing saya. Alamak, lucu nian barangnya *gelap mata* Konsep blog storenya masih sederhana sih. Super simple kalau saya boleh bilang, tapi I love simple :)

Nah, di store online ini cuma ada beberapa kategori (itu saja sudah cukup bikin saya ngiler). Sayangnya, kenapa ini akhir bulan? Kenapa di akhir bulan saya menemukan barang-barang yang lucu. Kenapaa??? *nangis sambil hujan-hujanan ala sinetron*

Cussss..... Ini dia wishlist saya. Semoga bisa terpenuhi seiring dengan terpenuhinya digit di rekening saya *lol*


 Tas Kanvas Vintage IDR 230k *
Pengen yang satu ini soalnya lagi mupeng banget pengen tas sling yang bisa muat banyak tapi tetep keliatan oke

Kiri : K892, IDR 14.800, Kanan : K109, IDR 18.100 *

Desainnya super cute, iya gak sih?   



Kiri : K271-2, IDR 38.500, Kanan : K246-5, IDR 15.500 *

Yang kiri, saya punya visi untuk memakainya kalau saya lagi hijab ala turban gitu. Yang kanan, naksir aja dari pertama lihat *love*

* semua gambar copyright Gigstoreonline

 Sudah tak sabar menunggu digit di rekening saya untuk segera bertambah. Atau ada yang mau duluan kasih saya kado (padahal desember masih lama) ? Hehehe.... 


Salam kecup mesra :* :* 


 

Senin, 19 Agustus 2013

Antara Way Kambas, Kemplang dan Andhika Eks Kangen Band (Part II)

Lanjut...

Jadi di jalanan kampung ini memang terkenal sepi. Dulunya, banyak orang yang ditembak secara misterius. Bahkan kata nyokap, gak jarang ada mayat yang entah siapa, dibuang atau ditembak di tempat, gak pernah ada yang tahu. Seperti yang sudah saya bilang, Batucepit ini memang misterius. Jadi agak horor pas lewatnya. Plusnya, kampung-kampung di sini ini masih belum dapet listrik. Dari jaman nyokap masih kecil, listrik cuma nyala (dan pake diesel, bukan vin diesel) dari jam 5 sore sampe jam 11 malem. Kami jadi punya julukan kampung-kampung ini 'desa 11'. Memburu waktu, kami gak mau sampe tempat pas listrik sudah mati. tapi, medan yang sangat terjal ini bikin saya pingin putar balik saja. Mungkin, kalau tidak ingat tujujan awal adalan besok mbah Ibu, saya gak mungkin sampe di tempat.

Syukurlah, kami sampe jam setengah 9 malam. Listrik masih nyala, seadanya. Saya cuma sempat cuci muka dan kaki, bergegas tidur. FYI aja, saya takut gelap jadi lebih baik tidur duluan daripada harus keringat dingin gegara gelap. Besoknya, saya coba cari sinyal. Ada, tapi ya itu tadi, PHP. Kalo kata Bruno Mars 'easy come, easy go'. Siangnya, kami bergegas ke tujuan  terakhir, Kotaagung. Ini juga masuk kabupaten Tanggamus. Totally, mudik kali ini saya relakan untuk nyokap tercinta yang sangat pengen pulang ke Lampung walopun harus goyang dombret dan parno lewat jalan gelap.

 Beberapa foto yg saya ambil dengan Blackberry phone :))

Ada kalanya menyadari, bahagia itu sederhana (c) dadoddlittlegirl. Lampung, 2013

Di tempat terakhir, saya bertemu keluarga besar nyokap. Ada bibi-bibi yang super rumpik dan om yang super duper royal :)) ah kesempatan, mumpung masih lajang jadi gak ada tanggungan untuk ngasi angpao :)) Ponakan saya gak bisa diitung saking banyaknya. Besok sorenya, saya sempatkan ke pantai. Entah, saya sedang rindu pantai. Esok paginya, saya balik. Perjalanan harus segera disudahi.Saya dan beberapa orang lainnya punya pe-er masing-masing pas kembali ke Malang.

Mudik ini memang berbeda dari tahun sebelumnya. gak ada Solo, yang ada Lampung. Lampung katanya khas dengan Way Kambas. Saya bahkan belum pernah ke sana, mungkin nanti :) Lampung bagi saya juga identik dengan Kemplang, kerupuk yang bakal dengan gampang ditemui di deket Bakauheni dan sekitarnya. Lampung bagi beberapa orang mungkin juga bakal identik dengan Andhika eks Kangen Band yang katanya punya aura dan sejuta pesona (?!!) Lampung kali ini menyimpan banyak cerita. Saya jadi tahu, sedikit sejarah hidup nyokap karena ada di sini. Saya jadi tahu ada satu daerah di Indonesia yang masih minim listrik dan fasilitas seadanya tapi masyarakatnya hidup tenang tanpa banyak keluhan. Saya juga jadi tahu bahwa hidup bahagia itu kadang hanya berbekal kesederhanaan. Saya dan mulut yang suka mengeluh ini jadi tahu apa itu bersyukur, apa itu hidup sederhana, apa itu menerima sesuatu apa adanya karena ini lah adanya. Saya juga tahu bahwa apa yang saya baca di buku, saya lihat dengan mata kepala saya sendiri. Terima kasih, Lampung :)

Pada akhirnya, Lampung bukan hanya melulu tentang Way Kambas, bukan juga melulu tentang kerupuk Kemplang atau bahkan tentang Andhika eks kangen band atau band Hijau Daun. Lampung punya satu lembar cerita buat saya dan sudah saya tulisi. Lampung juga masih punya berjuta lembar kosong yang siap saya jelajahi, nanti, ketika saya kembali ke Lampung lagi :)

Antara Way Kambas, Kemplang dan Andhika Eks Kangen Band (Part I)

Ya ampun, entah iblis apa yang merasuki saya sehingga memasukkan nama Andhika Eks kangen band di judul postingan saya kali ini. Tenang, saya gak akan berbicara tentang si laki-laki dengan sejuta (?!!) pesona ini. Saya hanya akan bercerita tentang apa yang saya lewati selama saya ke Lampung.

Baru-baru saja, iya, baru aja, baru 3 hari yang lalu, saya balik dari sebuah long-padat-berisi trip ke Lampung. Rasanya, sudah 5 tahunan lebih saya gak ke sana. Lampung emang kampung halaman nyokap. Keluarga beliau juga masih di sana semua, alhamdulilah.

Perjalanan di mulai hari Rabu, pas hari lebaran. Itu sudah jadi kebiasaan keluarga saya buat mudik di hari H, menghindari macet. Lagian, nyokap termasuk kepala geng di tempat saya tinggal, jadi gak enak rasanya kalo mudik tapi belom maaf-maafan sama tetangga-tetangga dekat rumah.

Berbekal packing seadanya (2 tas!!), saya, 8 orang lainnya dan juga tumpukan tas serta oleh-oleh pun siap untuk berangkat. Tahun ini memang sedikit berbeda, biasanya saya sekeluarga mudik ke Solo. Tapi, tahun ini adalah Lampung escape yang sudah lama tertunda. Entah, nyokap bilang she misses her home so much. Terlebih, dalam itinerary kami bakal ada besuk mbah Ibu. Beliau adalah eyang dari Ibu saya, yuppi, buyut if we can say. Jam setengah 2 siang, setelh adegan tangis menangis karena bokap gak bisa ikut, kami pun berangkat, terutama saya, berangkat dengan hati galau campur senang. Entahlah, it just feels so different. Ah mungkin saya hanya too excited :)

Dok. Google Image plus my Blackberry phone

Jadilah saya berangkat via darat dan sampai di Lampung (utara, for sure). Saya tiba malam hari dan langsung mandi kemudian tidur pulas *lol*

Besoknya, saya cuma leha-leha aja. Gak terlalu banyak aktivitas soalnya this is not my territory jadi ada baiknya saya nontong tv dan istirahat aja. Sebenernya, ada yang menarik dari daerah Mekar Asri ini. di sini, kalian bakal ketemu dengan desa-desa yang unik. Yang paling saya suka, ada kampung Bali. Suasana dan segala rumah suasana Bali banget. Baunya juga. Love it. Saya bukan Bali fanatic tapi kalo melewati kampung ini rasanya seperti bukan lagi ada di Lampung. Di kampung tempat destinasi pertama saya, kampung Jawa. Emang namanya bukan kampung jawa sih, tapi kalian all you can hear here is boso jowo :)) Di sini, saya masih bersahabat dengan sinyal walopun musuhan dengan colokan. Karena rumah sederhana, colokan gak sebanyak colokan di rumah jaman sekarang (oke, saya gadget addict, bully me)

Destinasi kedua, ke Lampung selatan. Alamak, dari utara ke selatan. Rasanya pantat saya sudah khatam dengan dudukan mobil. Jalannya, jangan ditanya. Sepertinya fasilitas dan prasarana emang belom menyerluruh di Lampung ini. Sebut aja jalan ke Ketapang, Lampung utara yang sukses membuat kami semobil goyang dombret saking halusnya jalanan. Ada juga jalan ke Batupatah, harusnya lemak saya juga luntur seiring bergoyangnya tubuh saya, tapi nihil :)) lemak semakine rat melekat. Sampai di Batupatah, saya musuhan dengan sinyal. EDGE di Blackberry saya juga semacam dua sejoli yang PHP. Nampak tapi tak pasti.

Pas perjalanan ke sini, kami melewati Teluk Betung (semoga namanya benar). Romantisnya, ketika lewat sini pas senja. Matahari mulai turun, angin masih semilir. Ah masih terekam jelas di ingatan saya suasana saat itu. Untuk menuju Batupatah ini butuh perjuangan. Dari daerah Gedong air, kira-kira masih berjam-jam lamanya :)) jalanannya? Jangan ditanya deh. Bayangkan jalanan berliku-liku, menanjak, belum aspal dan bekas hujan. Syukurlah saat itu, cuaca cerah, padahal sebelumnya mendung udah sempat menggertak. Sampe di sana, worth it. Cuma ada gunung dan kebun coklat, kopi juga duren. Eh ada kelapa juga.

Sebelum sampe di sana, saya melewati satu kampung yang namanya Batucepit. Kata nyokap, ini daerah misterius. Soalnya kawasan ini dulunya adalah tempat pelarian. Bukan pelarian dari mantan ya, tapi pelarian dari PKI.

Selanjutnya, di part II (too long to write)